“Bersahabat selamanya”,

demikian kau janjikan

“Bersama sampai akhir masa”

kita melakukan segalanya berdua

kau adalah sahabatku kala aku bersedih,

kau ada disampingku kala aku takut,

kau merasakan ketakutanku

kau adalah pendukung setiaku jika aku membutuhkanmu, kau selalu ada.

kau adalah sahabat paling hebat

kau selalu tahu apa yang harus diucapkan

kau buat segalanya tampak lebih baik sepanjang kita saling memiliki,

segalanya akan baik-baik saja

Tapi, ada masanya kita perlahan merenggang

aku disini, dan kau disana mengoyak sebuah lubang di hatiku

Segalanya mulai berubah

musik kita yang ceria berganti nada seperti garam tanpa merica seperti matahari

tanpa bulan

Tiba-tiba begitu jauh kita berpisah dua insan berbeda,

tanpa kesamaan seakan kita tidak pernah berteman meskipun kita tahu di lubuk

hati kita, kita berdua tidak ada yang bersalah

Kau menemukan teman baru, dan untungnya demikian pula aku tapi hal itu tak

mengubah rasa sakit ini pupusnya persahabatan kita membuatku menangis.

Saat kita tumbuh dewasa, semuanya tentu berubah tapi tak selalu harus berakhir.

Meskipun keadaan berbeda kini, kau akan selalu menjadi sahabatku.

 

 

source : itsjejen.wordpress.com/page/4 & chicken soup